Iklan Bantuan Tunai Langsung yang Menyesatkan
17/09/2008
Iklan TV bertema bantuan tunai langsung yang dikeluarkan Departemen
Komunikasi dan Informasi bersifat menyesatkan.
Di situ nampak ada testimoni beberapa penerima bantuan yang menyatakan
bersyukur serta berterima kasih pada pemerintah telah menerima bantuan
tahap pertama dan mereka menantikan bantuan kedua yang turun bulan ini.
Bantuan tunai langsung adalah social safety net, atau jaring pengaman
sosial. Jenis bantuan itu diperkenalkan World Bank dan IMF untuk
menjustifikasi restrukturisasi ekonomi dalam bentuk pencabutan subsidi
bahan bakar. Mereka tahu, pencabutan subsidi akan membuat warga negara
makin miskin atau jatuh miskin. Untuk memperlunak kejatuhan maka
disediakanlah jaring pengaman, yakni bantuan tunai tadi.
Bantuan tunai bukanlah program pengurangan kemiskinan. Dia hanya
semacam obat penghilang rasa sakit (pain killer), agar yang sudah
miskin tidak makin absolut kemiskinannya.
Bantuan ini tidak diberikan kepada orang yang tadinya tidak miskin tapi lalu jatuh ke
bawah garis kemiskinan akibat pencabutan subsidi.
Mendengar penerima bantuan itu mengatakan “terima kasih pemerintah,
yang telah mengucurkan bantuan langsung”, saya benar-benar kasihan membayangkan orang-orang yang memar dipukuli mengucapkan terima kasih kepada pemukulnya karena telah memberi obat pereda nyeri.***
Entry Filed under: Artikel. .
1 Comment Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1. radhar | 18/01/2009 at 4:47 pm
salam. sedang blogwalking