Archive for January, 2011
Tamasya Sejarah Bersama Hatta
Oleh Farid Gaban | Agustus 2002 | Edisi Khusus Majalah Tempo 100 Tahun Hatta
Dia yang berjuang dengan seluruh hidup dan ketajaman pena.
JIKA masih hidup, dan diminta melukiskan situasi sekarang, Mohammad Hatta hanya akan perlu mencetak ulang tulisannya 40 tahun lalu:
“Di mana-mana orang merasa tidak puas. Pembangunan tak berjalan sebagaimana semestinya. Kemakmuran rakyat masih jauh dari cita-cita, sedangkan nilai uang makin merosot.
“Perkembangan demokrasi pun terlantar karena percekcokan politik senantiasa. Pelaksanaan otonomi daerah terlalu lamban sehingga memicu pergolakan daerah. Tentara merasa tak puas dengan jalannya pemerintahan di tangan partai-partai.”
Hampir tidak ada yang perlu diubah–kalimat demi kalimat, kata demi kata. Krisis politik, ekonomi, dan konstitusi. Krisis serupa yang ditulis Hatta itu kini menghantui Indonesia lagi, setengah abad setelah Megawati Soekarnoputri menyimpan boneka mainannya, Amien Rais tak lagi bermain gundu, dan Jenderal Endriarto Sutarto menukar ketapel karetnya dengan senapan M16. (more…)
Tentang Globalisasi dan Neoliberalisme
Inti Pandangan Neoliberalisme

PASAR YANG BERKUASA
Mempreteli peran dan kewajiban pemerintah, serta membebaskan perusahaan “swasta” dari setiap ikatan yang dikenakan oleh pemerintah tak peduli seberapa besar kerusakan sosial yang diakibatkannya.
PANGKAS ANGGARAN PUBLIK UNTUK LAYANAN SOSIAL
Kurangi anggaran sosial seperti pendidikan, kesehatan, dan air bersih, semua itu atas nama pengurangan peran negara.
DEREGULASI
Memangkas hukum dan aturan yang bisa mengurangi penciptaan laba, termasuk ukuran-ukuran untuk melindungi hak buruh dan pelestarian lingkungan hidup.
PRIVATISASI
Menjual perusahaan, barang dan layanan milik negara kepada investor swasta. Walaupun dilakukan atas nama efisiensi yang lebih besar, yang seringkali memang dibutuhkan, privatisasi mengkonsentrasikan kemakmuran kepada segelintir tangan dan membuat rakyat miskin tak bisa mendapatkan barang serta layanan karena mahalnya.
MENGENYAHKAN KONSEP “THE PUBLIC GOOD”
Mengurangi tanggungjawab bersama dan menggantikannya dengan “kewajiban individu”. Membiarkan kaum termiskin untuk menemukan solusi sendiri atas mahalnya layanan kesehatan, pendidikan dan keamanan sosial serta menyebut mereka “malas” jika mereka gagal.
GLOBALISASI KAPITALISME: Mitos vs Realitas


