Naomi Klein, Perang dan Neoliberalisme

eptember 2007 ini terbit buku eksplosif karya Naomi Klein berjudul
“The Shock Doctrine: The Rise of Disaster Capitalism”. Klein, penulis
Kanada, sebelumnya telah menerbitkan “No Logo” dan “Windows and
Fences”–yang merupakan bacaan populer di kalangan aktivis
anti-globalisasi dan anti-neoliberalisme ekonomi.

Situs Resmi “The Shock Doctrine”:
http://www.naomiklein.org/shock-doctrine

Tulisan Klein di The Nation:
http://www.thenation.com/doc/20050502/klein

“The Shock Doctrine” luas diperdebatkan di Eropa maupun Kanada, tapi
dianggap sepi di Amerika sendiri.

Menurut saya, buku itu perlu diterjemahkan di sini dan menjadi bagian
dari perdebatan mencari model ekonomi Indonesia yang lebih manusiawi,
di tengah arus besar penghapusan subsidi (public spending) atas nama
structural adjustment program dan privatisasi hampir di segala bidang.

Klein sangat fasih mengudari bahaya paham ekonomi neoliberal, dan
membongkar mitos bahwa liberalisme ekonomi merupakan satu saudara
kandung dari demokrasi politik. Liberalisme ekonomi, kata Klein,
justru sering dicapai lewat kediktatoran (lihat sejarah Amerika Latin
dan Indonesia sendiri).

Dalam “The Shock Doctrine”, Klein bahan lebih jauh mengambil tesis
bahwa Perang Irak menandai babak baru neoliberalisme ketika agresi
bersenjata dipakai untuk mendesakkan privatisasi dan liberalisme
ekonomi sebuah negeri, termasuk privatisasi minyak oleh perusahaan
Amerika.

Tidak semua orang, bahkan di kalangan aktivis kiri, setuju dengan
tesis itu. Salah satu kritik menyebut Klein terlalu menyederhanakan
masalah jika menganggap begitu desperate-nya kaum neoliberal sehingga
mengesampingkan peran IMF/Bank Dunia dalam mempromosikan
neoliberalisme, serta berpaling ke kekuatan bersenjata.

Meski memang benar bahwa Irak kini ditekan Amerika untuk
memprivatisasi minyaknya, menurut seorang pengkritik Klein, agresi ke
Irak bukanlah pertama-tama diilhami oleh neoliberalisme, melainkan
oleh dahaga akan minyak dan dominasi geopolitik Timur Tengah.

Tema ini agak berat. Tapi, tetap layak untuk didiskusikan oleh siapa
saja yang peduli pada nasib masa depan negeri seperti Indonesia.

Lihat Perdebatan “The Shock Doctrine” di Koran Inggris The Guardian:
http://commentisfree.guardian.co.uk/category/the_shock_doctrine/

Salah satu kritik terhadap Klein:
http://www.alternet.org/story/63066/

salam,
fgaban

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s